Pages

Kamis, 26 Januari 2012

BANTEN Pemkab Lebak Tutup Jembatan "Indiana Jones"

LEBAK (Suara Karya): Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menutup jembatan gantung "Indiana Jones" di atas Sungai Ciberang untuk mencegah adanya korban jiwa karena kondisinya tidak layak pakai setelah diterjang banjir sepekan lalu.
"Kami menutup jembatan itu, tidak boleh dilintasi, karena khawatir anak-anak sekolah jatuh ke Sungai Ciberang. Jembatan tersebut kini dijaga relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat," kata Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya di Rangkasbitung, Senin.
Perlu diketahui, jembatan gantung itu menghubungkan Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, dengan Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung. Jembatan yang nyaris hanyut saat banjir melanda pada pekan lalu itu menjadi populer setelah diberitakan media Inggris, Daily Mail.
Media itu menyamakan beratnya perjalanan anak sekolah dasar (SD) setempat yang menggunakan jembatan itu dengan adegan berbahaya di film Indiana Jones. Liputan yang menimbulkan rasa miris itu juga ditayangkan media negara lain, seperti stasiun televisi dari China, CCTV 4.
Anak-anak sekolah itu harus mempertaruhkan nyawa mereka. Sebab, jika pegangan mereka ke tali sling jembatan itu tidak kuat, bisa jatuh ke dalam sungai yang berair deras itu. Kejadian lebih fatal bakal terjadi jika saja tali sling itu putus.
"Jika kawat sling jembatan putus, dipastikan mereka jatuh ke Sungai Ciberang yang kedalamannya satu sampai tiga meter," kata Bupati Lebak.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Lebak membuka jalan alternatif sepanjang 400 meter yang menghubungkan Desa Sangiang Tanjung ke Desa Pasir Tanjung. Jalan alternatif itu, menurut Bupati, jika anak-anak pergi bersekolah ke SDN 02 Pasir Tanjung dengan jarak tempuh 800 meter. "Bukan lima kilometer seperti yang beredar dalam pemberitaan media," katanya.
Bupati menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Lebak akan membangun jembatan "Indiana Jones" sepanjang 200 meter dengan alokasi APBD 2012 sebesar Rp 1 miliar.
Menurut dia, pihak manajemen PT Krakatau Steel yang berkunjung ke lokasi berjanji akan membangun jembatan tersebut. "Kemungkinan kami akan membangun jika PT KS tidak bersedia membangun jembatan gantung itu," ujarnya seperti dikemukakan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto.
Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto mengatakan, pemerintah daerah saat ini membangun jalan alternatif yang menghubungkan antardesa di wilayah itu dengan biaya sekitar Rp 400 juta.
"Kami targetkan selama lima hari ke depan pembangunan jalan alternatif sudah selesai dengan pengaspalan, juga bisa dilalui warga setempat," katanya.
Menurut dia, pembangunan jembatan gantung Ciwaru yang menghubungkan Desa Sangiang Tanjung dengan Desa Pasir Tanjung bisa diselesaikan dalam empat sampai lima bulan.
Sementara itu, ratusan warga Sangiang Tanjung meminta percepatan pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Ciberang guna memperlancar akses lalu lintas menuju Desa Pasir Tanjung.
"Kami berharap jembatan gantung sepanjang 200 meter yang kini ditutup oleh pemerintah daerah segera dibangun kembali," kata Eman, warga Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.
Ia mengaku saat ini warga yang hendak menuju Rangkasbitung terpaksa menggunakan rakit bambu sebagai alat penyeberangan. Penggunaan rakit bambu hanya bisa dilakukan jika air Sungai Ciberang tidak deras.
"Jika kami tidak melintasi jembatan gantung itu, tentu biaya angkutan menjadi dua kali lipat karena harus menempuh jarak sekitar dua kilometer," katanya.
Di tempat terpisah, pnulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata, mengaku kagum atas perjuangan anak-anak SD di Lebak, Banten, yang terpaksa harus meniti jembatan rusak agar bisa sampai ke sekolah.
"Saya kagum dengan perjuangan anak-anak sekolah di Lebak yang tetap semangat pergi ke sekolahmeski banyak rintangannya," ujar Andrea di Jakarta, Senin.
Andrea, yang namanya melejit berkat novel tentang perjuangan 10 anak dari keluarga miskin agar tetap bersekolah itu, mengharapkan perjuangan anak-anak di Lebak bisa menginspirasi anak-anak sekolah lainnya di Tanah Air, agar tetap bersemangat ke sekolah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar